Jumat, 10 Oktober 2014



AKU dan KAU (waktu)
Oleh : Ahmad Hilda Fauzi
Menyentuhmu ku tak bisa.
Mengejar mu adalah sebuah kesia-sian.
Bahkan aku yang diam tak menjadikan mu lebih dekat atau jauh.
Mungkin ini hanya silapku.
Oh waktu…..

            Keberadaanmu adalah nyawa .
            Mengabaikanmu tak lantas membuatmu tiada.
            Tak ada yang bisa mengerti diriimu, meski segala yang ada merupakan manifestasimu.
            Semakin banyak konsep dan ide tentangmu semakin kau  pudar dan ambigu.
            Oh waktu….

Seakan ku dibuat pening dengan keberadaanmu.
Dengan jemawa ku berkata,, kau hanya ilusi,, ya ilusi yang membuta.
Lebih baik ku ingkar akan dirimu, meski hipokrisiku tak menjutaikanmu.
Bahkan kau dengan elok berseri mengalun dan mengalir, ya mengalir… tanpa tau dimana hilir.
Oh sungguh penat untuk mengertimu……

            Mungkin pemahamanku tentangmu yang tak sampai.
            Sehingga mempermasalahkan eksistensimu adalah bodoh pikirku.
            Hei tidakkah kau lelah jika terus berlari.? Istirahatlah! Diam dan menetaplah sesaat.
            Agar ku bisa membuat demarkasi dirimu, yakni dulu, kini dan nanti.
            Oh waktu sungguh penat untuk mengertimu…..

                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar