AKU dan KAU (waktu)
Oleh : Ahmad Hilda Fauzi
Menyentuhmu ku tak bisa.
Mengejar mu adalah sebuah kesia-sian.
Bahkan aku yang diam tak menjadikan
mu lebih dekat atau jauh.
Mungkin ini hanya silapku.
Oh waktu…..
Keberadaanmu
adalah nyawa .
Mengabaikanmu
tak lantas membuatmu tiada.
Tak
ada yang bisa mengerti diriimu, meski segala yang ada merupakan manifestasimu.
Semakin
banyak konsep dan ide tentangmu semakin kau pudar dan ambigu.
Oh
waktu….
Seakan ku dibuat pening dengan
keberadaanmu.
Dengan jemawa ku berkata,, kau hanya
ilusi,, ya ilusi yang membuta.
Lebih baik ku ingkar akan dirimu,
meski hipokrisiku tak menjutaikanmu.
Bahkan kau dengan elok berseri
mengalun dan mengalir, ya mengalir… tanpa tau dimana hilir.
Oh sungguh penat untuk mengertimu……
Mungkin
pemahamanku tentangmu yang tak sampai.
Sehingga
mempermasalahkan eksistensimu adalah bodoh pikirku.
Hei
tidakkah kau lelah jika terus berlari.? Istirahatlah! Diam dan menetaplah
sesaat.
Agar
ku bisa membuat demarkasi dirimu, yakni dulu, kini dan nanti.
Oh
waktu sungguh penat untuk mengertimu…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar