"Seseorang
yang berhenti belajar adalah orang lanjut usia, meskipun umurnya masih remaja.
Seseorang yang tidak pernah berhenti belajar akan selamanya menjadi
pemuda" -Henry Ford
"Pendidikan
adalah senjata paling mematikan, karena dengan itu Anda dapat mengubah
dunia" - Nelson Mandela
Indonesia kembali berbangga menjadi juara dalam
penyelenggaraan International Science Project Olympiad (ISPrO) dua
tahun berturut-turut sejak pertama kali diadakan pada tahun 2013 lalu.
Sebanyak 10 medali pun berhasil diraih oleh para peneliti remaja
Indonesia pada gelaran puncak ISPrO 2014 yang dilangsungkan di Plaza Insan
Berprestasi Kemendikbud, Jakarta. Raihan medali terdiri dari enam medali
emas dan empat medali perak. Kemenangan Indonesia tersebut
merupakan hasil penilaian dewan juri dari total 74 proyek
penelitian yang dinilai dalam ISPrO 2014. Menempati posisi kedua
dalam ISPrO 2014 adalah Filiphina, dengan perolehan tiga medali emas.
Enam medali emas untuk Indonesia diperoleh untuk
bidang Biologi (2 medali), Fisika (2
medali), Kimia (1 medali), dan Lingkungan (1 medali).
Sedangkan empat medali perak diperoleh dari bidang Biologi (2 medali),
bidang Lingkungan (1 medali), dan bidang Teknologi (1 medali).
International Science Project Olympiad (ISPrO) merupakan sebuah kegiatan
olimpiade penelitian sains tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Dikmen, Kemendikbud yang bekerjasama dengan
Pasifik Ulkeleri Ile Sosyal ve Iktisadi Dayanisma Dernegi (PASIAD). Dan ISPrO
pada tahun 2014 ini pun merupakan penyelenggaraannya yang kedua kali dengan
tema: Having Fun with Science.
Pada 1st ISPrO 2013, bidang penelitian yang dilombakan
bertemakan lingkungan dengan kekhususan pada bidang fisika lingkungan, kimia
lingkungan, dan biologi lingkungan. Sementara pada 2nd ISPrO 2014
bidang lomba dikembangkan menjadi lima bidang yaitu: fisika, kimia, biologi,
lingkungan, dan teknologi.
ISPrO tahun ini diselenggarakan di Padepokan Pencak Silat, TMII,
Jakarta pada 4-9 Mei 2014, yang diikuti oleh perwakilan dari 24 negara;
Afghanistan, Australia, Belarus, Bosnia Herzegovina, India, Indonesia,
Kazakhstan, Kosovo, Kyrgyzstan, Lithuania, Macedonia, Malaysia, Myanmar, Burma,
Nigeria, Pakistan, Filipina, Senegal, Afrika Selatan, Srilangka, Taiwan, Tajikistan,
Thailand, Turki, dan Turkmenistan.
Ajang ISPrO selain dijadikan sebagai kompetisi untuk mengetahui
potensi dari pada generasi muda dalam bidang sains, juga menjadi ajang
perkenalan budaya bagi setiap Negara peserta, khususnya Indonesia sebagai tuan
rumah. Untuk itu pada ISPrO 2014 ini diadakan “Cultural Show” yang
menampilkan kreasi seni dan budaya dari setiap Negara peserta, tentunya hal ini
dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya antar negara.
Mengutip ucapan salah satu perwakilan Dirjen Dikmen Kemendikbud Hamid Muhammad pada salah satu surat kabar “Kami berharap
bahwa siswa maupun siswi Indonesia bisa menyuarakan perlindungan kepada bumi,
pemanfaatan daya alam yang berkelanjutan, serta gaya hidup yang ramah
lingkungan” ujarnya, maka dari itu ajang ISPrO ini seharusnya dapat menjadi
momentum kolaborasi para calon peneliti muda dari berbagai negara yang hasil penelitiannya dapat memberikan
manfaat kepada dunia.
“Keep Calm and Enjoy Research” :-D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar