Jumat, 10 Oktober 2014

Indonesia kembali berjaya di 2nd International Science Project Olympiad (ISPrO)


"Seseorang yang berhenti belajar adalah orang lanjut usia, meskipun umurnya masih remaja. Seseorang yang tidak pernah berhenti belajar akan selamanya menjadi pemuda" -Henry Ford
"Pendidikan adalah senjata paling mematikan, karena dengan itu Anda dapat mengubah dunia" - Nelson Mandela
Indonesia kembali berbangga menjadi juara dalam penyelenggaraan International Science Project Olympiad (ISPrO) dua tahun berturut-turut sejak pertama kali diadakan pada tahun 2013 lalu. Sebanyak 10 medali pun berhasil diraih oleh para peneliti remaja Indonesia pada gelaran puncak ISPrO 2014 yang dilangsungkan di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta. Raihan medali terdiri dari enam medali emas dan empat medali perak. Kemenangan Indonesia tersebut merupakan hasil penilaian dewan juri dari total 74 proyek penelitian yang dinilai dalam ISPrO 2014. Menempati posisi kedua dalam ISPrO 2014 adalah Filiphina, dengan perolehan tiga medali emas.
Enam medali emas untuk Indonesia diperoleh untuk bidang Biologi (2 medali), Fisika (2 medali), Kimia (1 medali), dan Lingkungan (1 medali). Sedangkan empat medali perak diperoleh dari bidang Biologi (2 medali), bidang Lingkungan (1 medali), dan bidang Teknologi (1 medali).
International Science Project Olympiad (ISPrO) merupakan sebuah kegiatan olimpiade penelitian sains tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Dikmen, Kemendikbud yang bekerjasama dengan Pasifik Ulkeleri Ile Sosyal ve Iktisadi Dayanisma Dernegi (PASIAD). Dan ISPrO pada tahun 2014 ini pun merupakan penyelenggaraannya yang kedua kali dengan tema: Having Fun with Science.
Pada 1st ISPrO 2013, bidang penelitian yang dilombakan bertemakan lingkungan dengan kekhususan pada bidang fisika lingkungan, kimia lingkungan, dan biologi lingkungan. Sementara pada 2nd ISPrO 2014 bidang lomba dikembangkan menjadi lima bidang yaitu: fisika, kimia, biologi, lingkungan, dan teknologi.
ISPrO tahun ini diselenggarakan di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta pada 4-9 Mei 2014, yang diikuti oleh perwakilan dari 24 negara; Afghanistan, Australia, Belarus, Bosnia Herzegovina, India, Indonesia, Kazakhstan, Kosovo, Kyrgyzstan, Lithuania, Macedonia, Malaysia, Myanmar, Burma, Nigeria, Pakistan, Filipina, Senegal, Afrika Selatan, Srilangka, Taiwan, Tajikistan, Thailand, Turki, dan Turkmenistan.
Ajang ISPrO selain dijadikan sebagai kompetisi untuk mengetahui potensi dari pada generasi muda dalam bidang sains, juga menjadi ajang perkenalan budaya bagi setiap Negara peserta, khususnya Indonesia sebagai tuan rumah. Untuk itu pada ISPrO 2014 ini diadakan “Cultural Show” yang menampilkan kreasi seni dan budaya dari setiap Negara peserta, tentunya hal ini dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya antar negara. Mengutip ucapan salah satu perwakilan Dirjen Dikmen Kemendikbud Hamid Muhammad  pada salah satu surat kabar “Kami berharap bahwa siswa maupun siswi Indonesia bisa menyuarakan perlindungan kepada bumi, pemanfaatan daya alam yang berkelanjutan, serta gaya hidup yang ramah lingkungan” ujarnya, maka dari itu ajang ISPrO ini seharusnya dapat menjadi momentum kolaborasi para calon peneliti muda dari berbagai negara  yang hasil penelitiannya dapat memberikan manfaat kepada dunia.
“Keep Calm and Enjoy Research” :-D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar